ketika rembulan masih malu2
ketika angin dingin mulai bergentayangan
ketika para nelayan mulai kembali menuju ke pantai
ketika orang-orang kebanyakan terlelap
ketika para kupu2 malam terbang ke sarangnya

seorang anak
dengan sendirinya
dengan mata merah masih mengantuk
menahan udara yang dinginya menembus kulit
menahan keinginannya untuk kembali tidur
berjalan ke arah sumber air
mengambil beberapa teguk air
untuk disiramkan ke wajah, tangan, kepala, rambut, telinga, dan kaki
lalu segera menggelar kain di atas lantai
menghadap salah satu keajaiban dunia terletak
melakukan 22 kali sujud,
memuji Dia yang maha pencipta
yang telah menciptakan tata surya beserta isinya

setelah itu..
ia menangis…
menangis saking nikmatnya
semangatnya kembali muncul
semangat untuk maju ke depan
maju mengikuti jalan yang paling benar dari yang benar
melewati hari dengan senyum
selalu berfikir jernih
menganggap musibah sebagai cobaan dan hadiah juga sebagai cobaan

sadar akan kenyataan bahwa..
ia hanya setitik air di lautan
ia hanya sebutir debu di dunia

tak perlu ia
membayar udara yang ia perlukan untuk bernafas
membayar tanah yang ia tempati
membayar air yang ia minum
membayar izin untuk menggunakan ciptaanNya… yaitu flora dan fauna

yang harus ia lakukan hanya..
memujiNya, mengakui kebesaranNya, beribadah kepadaNya

akankah kita seperti anak itu?