ngapain sih kamu naik gunung? capek capek naik terus nyampe turun lagi

pertanyaan itu pasti sangatlah sering ditanyakan kepada mereka yang mempunya hobby naik gunung
sebenarnya yang paling mudah menjelaskan alasan untuk apa naik gunung adalah mencoba nya
karena terkadang ada pertanyaan pertanyaan yang tak bisa dijawab hanya oleh kata
karena apa yang kau rasa mungkin bisa berbeda dengan apa yang kau dengar

terkadang kamu harus merasakan jatuh terlebih dahulu agar kau mengetahui bagaimana rasanya jatuh, dan merasa bagaimana rasa bahagianya ketika kita diatas dan tak terjatuh

*****
Naik Gunung itu ibarat masakan dengan berbagai bumbu dan cita rasa dan disajikan kepada kita yang memesan makanan di restoran bintang 5.
Naik Gunung itu dibuat dari bumbu bumbu seperti:
“Barang bawaan yang sangatlah berat seakan ingin rasanya melempar barang bawaan sendiri”
“Keindahan alam yang tersaji selama perjalanan” , 
“Cerita dan Tawa ketika beristirahat di camp” , 
“Dingin yang sangat ketika berjalan mengejar Sunrise di dini hari”

 “Capek dan kelelahan menuju puncak” ,
“Rasa ingin kembali ke bawah dan istirahat ketika menuju puncak” ,

Semua itu diramu dengan takaran yang pas dan cita rasa yang tinggi sehingga menghasilkan makanan mewah restoran bintang 5 yang tak semua orang bisa coba dan menikmati nya, hanya segelintir orang saja, Yaitu Puncak
****
Naik Gunung mengajarkan kepada kita bahwa kita harus menunduk ketika naik, dan tetap tegap ketika turun, dan tetap berjalan walau pelan ketika kaki tak kuat lagi berjalan.

****

Puncak adalah bonus, kembali ke rumah dengan selamat adalah tujuan utama

Yang paling penting dari Naik Gunung memang bukanlah puncak, tetapi perjalanan menuju puncak.
karena terkadang ketika kita naik gunung tidak selalu kita mencapai puncak, dikarenakan cuaca yang tidak mendukung, ada kabut, ada rombongan yang cedera atau keadaan keadaan lain yang di luar dugaan.
“Apa sih yang kita cari ketika naik gunung? selain puncak?”
Sebenarnya ketika kita Naik Gunung, walaupun tak mencapai puncak tertinggi suatu gunung, kita sudahlah mencapai Puncak dengan tanpa kita sadari yaitu Puncak pertemuan antara rasa ego dan rasa syukur
Ketika kita Naik Gunung sifat asli seseorang pasti akan keluar, kenapa? karena ego ketika naik gunung itu sangatlah tinggi dan manusia pada dasarnya merupakan makhluk individu
****

“Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.” – Soe Hok Gi