Kata orang 25 tahun adalah saat paling kritis di dalam hidup
25 adalah saat dimana kamu melakukan pilihan yang paling menentukan dalam hidupmu
“Diam dan membiarkan dirimu yang apa adanya, tetap tak bergerak”

Atau “Bergerak, berlari dengan segala resiko apa yang akan kamu hadapi”

Yang paling terasa di tahun ini bagi saya adalah bagaimana saya memandang suatu hal yang terjadi dalam kehidupan –

Dahulu saya sering iri melihat teman atau orang lain mempunyai pasangan, dan berbahagia walaupun belum dalam ikatan pernikahan
Padahal cinta sejati akan ditemui dalan pernikahan yang dilandasi oleh cinta kepada-Nya, selain itu hanyalah nafsu, hanyalah zina (perhiasan dunia) semata

Dahulu saya sering iri melihat teman atau orang lain dengan mudah nya membeli handphone baru, memakai mobil ke kampus dan segala kemudahan yang didapat dari orangtuanya.
Padahal rezeki itu adalah hal Gaib, kita tidak tau rezeki kita seperti apa melainkan sudah ditentukan oleh Nya

Atau hal hal lain yang seringkali orang sebut dengan “Kebahagiaan”.. kebahagiaan dunia yang menjauhkan kita dari mencari kebahagiaan akhirat

Tapi sekarang saya melihat semua itu seperti terbalik..
saya melihat semua kemudahan itu adalah ujian terberat di dunia

Bukankah kemudahan itu dapat membuat kita jauh dari-Nya dan selanjutnya dapat “menuhankan” semua hal hal dunia itu

Bukankah kita menjadi lebih dekat kepada Allah ketika kita merasa dalam keadaan sulit, dan ketika pertolongan Allah membuat semua kesulitan itu menjadi mudah

Dan semua itu adalah berkah yang tak terkira bernilainya, jauh jauh dan jauh lebih bernilai dari apa yang bisa didapatkan di dunia ini

Satu pertanyaan yang selalu hadir dalam benak saya “Apa sih yang sudah kamu lakukan selama ini, bagaimana bisa kamu sombong, kamu hanyalah sekumpulan partikel kuanta di antara semesta yang tak terhingga”

16 januari 2016
f48bd3c125142be9417a5946b522ae72