seperti edelweis yang diturunkan ke bumi mengisi atmosfir bumi dengan gas wangi yang abadi…
berjalan sesuai visi
seperti bunga matahari yang selalu menghadap ke arah matahari.. hanya untuk mendapatkan sinarnya..
begitu setiap hari
seperti bulan yang hadir sebagai orientasi utama di malam hari, berusaha menerangi bumi dengan hasil pantulannya dari matahari
seperti pelangi yang hanya muncul ketika bumi merasa puas dengan turunnya hujan sebagai berkah ilahi

seperti mereka, bunga itu, bunga kecil itu, tak ada yang tau namanya, terselip di antara rerumputan liar,
setiap hari berusaha mencari matahari, mengharumkan dunia, berharap hujan datang, sesuai misinya yang sungguh indah.. “menghiasi” bumi
walaupun tak seperti bunga matahari, bunga anggrek, bunga mawar, yang mekar setiap hari seakan memamerkan keindahannya kepada dunia

hanya rumput liar yang tau
bunga itu menghempaskan wangi ribuan kali lebih wangi dari bunga bunga yang lain

hanya belalang yang tau
bunga itu lebih indah ribuan kali dari bunga bunga yang lain

kalau saja semua orang tau