hai engkau bidadari berbaju biru
dimanakah sayap indah mu itu?
dimanakah senyum manis mu itu

ketika engkau terduduk di sana
di hamparan rumput hijau siang ini
aku cukup melihatmu dari sini
dari celah kecil diantara pepohonan
berusaha mencari senyum mu yang tak kunjung muncul

hari demi hari demikianlah terus
mungkin hanya rerumputan yang tau indah senyummu
berhari hari kutunggu di antara pepohonan ini
diantara celah yang semakin melebar
tak jua muncul senyummu

begitu mahalnya senyum mu itu?
atau sengajakah engkau simpan senyummu itu
menunggu seseorang yang muncul dari pepohonan ini
haruskah?