aku berada di sini di atas kamarku
dengan selimut yang menghangatkan, menatap sebuah benda kecil
benda usang, berwarna putih dengan ukiran tak jelas di sisinya
bentuknya tak jelas, seperti pecahan kaca, tetapi tidak melukai, seperti busa tapi sangat kasar
selintas orang melihat barang itu hanyalah sampah tak berarti
tapi entah kenapa aku tetap menatap benda itu
menatap terus sampai tak terasa jarum jam terus bergerak
aku tak tahu benda itu apa, tapi yang aku tahu, benda itu sebuah cincin… cincin yang sudah rusak sehingga tak terbentuk
kudekatkan indera penciumanku ke cincin itu, entah mengapa wangi yang sangat khas tercium, dan terlintas dalam benakku seekor ikan, dengan wangi nya itu yang khas
kembali kutatap benda itu, cincin itu, entah kenapa ingin aku membuang benda itu jauh jauh, menghancurkan nya, membakarnya, tapi hati ini mencegahnya
“jangan kan hancurkan cincin itu, cincin itu mungkin mempunyai arti bagimu”
setelah itu kuurangkan niatku untuk membuangnya dan kutaruh cincin itu di tempat yang sangat jauh dari pandangan, kusembunyikan cincin itu ke bawah lemari es, yang hanya tikus saja yang bisa melihatnya.
lalu yang ada dalam pikiranku hanyalah kasur dan bantal dan tidur.. dan mulai bermimpi..

dalam mimpiku..
tak pernah aku pergi tanpa dengan adanya cincin itu, kemanapun ku pergi pasti selalu ada cincin itu menempel di jariku, seperti cincin itu bagian dari jari yang tak mungkin bisa dilepaskan
rasanya cincin itu merupakan salah satu organ tubuh yang sangatlah penting dan vital
“tak bisa hidup tanpa cincin itu”
sampai akhirnya cincin itu tiba2 saja menghilang
menghilang dari kehidupanku
bukan lagi bagian dari jariku..
tak ada rasa kehilangan yang terlintas
tak ada rasa ingin untuk cincin itu kembali
aku jalani kehidupan seperti biasa
hingga sampai tiba2 saja aku terbangun dari mimpiku
dan menemukan cincin itu lagi
sudah tak layak disebut cincin
dibuangnya cincin itu
dan aku kembali tertidur
dan bermimpi