lihatlah luka ini
luka merah ini.. dengan darah yang terus mengalir deras hingga hilir..
membentuk delta merah dengan endapan harapan untukmu
tak mudah membuatnya, tak semudah menghancurkannya
seperti kau itu, kau hancurkan ia dalam hitungan detik
satu detik banding satu abad
ku tak peduli.. tetap kutancapkan pisau itu setajam gigi harimau
ke tangan yang tak lagi lembab,.. kering akan harapan
tapi basah akan cairan kental yang mungkin bisa disebut darah

delta ini terisi penuh oleh pasir harapan
harapan merahjambu tp terlihat merah menyala
harapannya cukup untuk membuat orang gila menjadi sembuh
membuat gelas kosong kembali terisi
membuat bintang di langit dapat terhitung
membuat benang basah dapat berdiri tegak

kau.. sama denganku
dengan tangan lembabmu, tak terbekas apapun ketika ranting tersentuh
dan dengan warna merah jambu itu
tak peduli
menginjak tanah itu,. merusak,.. tertawa,.. menangis kegirangan
padahal… asal kau tau
tanah itu tanah itu untukmu, hanya untukmu
untuk kesenanganmu… walaupun tak terlihat indah
tapi,,, harapan yang besar melalui cairan merah itu
tak sekedar merah jambu

akhirnya..
pasir itu,.. cairan itu,.. tercampur
tercampur dengan air putih
air keringat
menuju lautan bebas
dan kau tenggelam, terhanyut ke lautan

aku kembali membuat delta harapan
tidak lagi dengan luka di tangan keringku
tapi dengan bahan lain
bukan dari tangan keringku
tapi dari tangan dia yang lembab bukan kau
jangan lagi merahjambu
lebih baik hijau atau biru