pertama kali bertemu dengan nya

tergaris melengkung luas melebihi pipinya yang lebar
sedikit ruang bagi semut untuk menikmati manis senyumnya
seseorang yang tak mau disebut namanya
bahkan semut itu tak tergelincir disana
berputar mengelilingi hidungnya yang sedikit mancung
bulat matanya seperti bola pimpong
berhenti di nyaman bibirnya merekah seperti sofa
seseorang yang pipinya tak mau disebut lebar
seekor nyamuk hinggap di rambutnya yang tergerai panjang
seperti tak terlihat, hitam mengkilau
berputar terbang mencoba mengusik matanya yang tajam 
melihat ke kiri ke kanan sesekali ke seseorang di depan
seseorang yang diam diam melirik kepadanya
ruangan ini sempit
tersadar ia hanya satu satunya lelaki disana
melihat kanan kiri, berbicara ke depan
tapi tetap matanya tertuju pada dia
seseorang yang tak mau disebut namanya
sekarang saatnya memilih
dua pilihan 
diam atau bergerak…
dan dia tetap diam tidak bergerak
itu dulu ketika pertama kali bertemu dengannya
satu tahun berlalu setelah dia memberitahu namanya
dia tetap diam tapi ada yang sedikit berbeda
dia… (seakan) bergerak