disaat matahari tepat di atas kepala
dengan energi panasnya langsung menusuk kulit
menyerap segala kesegaran, semangat yang tadinya ada menjadi kosong

sejauh mata memandang hanya butiran pasir
pasir panas..
perlu sepatu dengan beratus lapisan untuk menangkalnya

tinggal 2 pilihan
diam atau jalan
diam.. pasrah menunggu matahari memanggang
atau jalan..
dengan harapan menemukan jalan keluar
yang kemungkinan nya 0,000001 persen
karena ketidakcukupan energi kita

tak ada lagi air.. kehidupan..
kesenangan,.
kebutuhan sekunder menjadi premier, premier menjadi tersier, tersier lenyap entah ke mana

seorang pemuda
sibuk memikirkan 2 kemungkinan itu
tak tau kenapa
tak tau dari mana asalnya
tak tau kapan munculnya
di depannya ada segelas air
segelas air yang tak bisa disebut penuh
tak juga bisa dibilang kosong

“wah ada gelas setengah kosong”
pikir pemuda itu
lalu ia segera mengambil gelas itu..
membuang air yang setengah itu..
setelah gelas itu kosong
segera ia mengambil
hanya gelas yang ia dapat
tak merasa menyesal apa yang telah ia lakukan
karena dari awal ia berfikir “gelas setengah kosong”
berfikir negatif

tak jauh dari sana ada seorang anak kecil
sama… ia juga menemukan gelas itu
“wah ada gelas setengah isi”
ia segera mengambil gelas itu
lalu meminum air yg ada di gelas itu
membuang gelasnya
lalu meneruskan perjalanan dengan tersenyum
sama, ia juga merasa senang dengan apa yg ia lakukan
karena dari awal ia berfikir “gelas setengah isi”
berfikir negatif

sebenarnya apa yang dipikirkan pemuda dan anak itu sama sama benar
hanya berbeda sudut pandang..
sudut pandang positif dan negatif
tapi.. hasil yang didapat berbeda
pemuda itu mungkin tak kuat dan pingsan
anak itu mungkin menemukan peradaban dan selamat

jadi mulai sekarang
ubah sudut pandang kalian

be a positive thinker!