Kita itu seakan hidup di jaman yang latah, ketika semua orang melakukan suatu hal, yang belum jelas kebenarannya, maka awam akan menyimpulkan bahwa itulah yang paling benar, dan memanglah harus seperti itu, tanpa melakukan riset atau mencari alasan terlebih duhu

Saya bicara tentang hal yang paling terlihat di antara kita

Kita hidup seakan dalam sebuah perlombaan, perlombaan mencari pacar, dan ketika ada satu orang yang tidak memiliki pacar berarti dia gagal, dia layak diperolok dengan sebutan jomblo

Padahal hidup tak hanya itu
Padahal apa yang mereka kejar itu tidaklah syariat
Apa yang mereka kejar itu lebih banyak negarifnya daripada positifnya

Memang islam itu indah, dan sesuatu yang paling indah itu tak terlihat, bukanlah sengaja diperlihatkan

Ketika kita punya pacar, kita sekan akan memperlihatkan indahnya pacaran, kemana mana berdua, segala pujian buat pacar
“Kamu adalah yang terbaik yang hadir dalam hidupku”
“Aku tak bisa hidup tanpamu”

Lalu 5 bulan kemudian satu tahun kemudian mereka putus, silaturahmi putus, semua yg dulu terlihat indah berubah 180 derajat, kata kata sumpah serapah kadang terucap

Jadi ucapan yg dulu pernah terikrar itu apa?
Semua kata kata manis, cerita indah, perhatian itu apa?
Harta yang telah dikeluarkan, waktu yg telah dikorbankan itu apa?

Semua itu hanyalah fana, hanya dibuat indah oleh kita, seakan indah

Lalu setelah putus, dengan mudahnya mereka2 berganti lagi pasangan dan mulai lagi seperti itu berulang dan berulang

Dan di Al quran juga sudah dijelaskan bahwa :

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan disisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali ‘Imran: 14)

Kalau kata ustad hanan :
“Jomblo adalah ujian, punya pacar adalah musibah, menikah adalah rahmah”

Bagi mereka yang masih jomblo coba katakan Alhamdulillah, saya masih diberi pertolongan oleh Allah, Allah masih sayang sama saya, menjauhkan saya dari perbuatan yang bisa menimbulkan dosa”

Wallahualam