17 agustus 2011
tepat 66 tahun yang lalu ketika para pemuda indonesia melakukan suatu aksi heroik yang tidak akan hilang walau terpangkas ganasnya hembusan waktu 
ketika itu mereka yang sekarang kita sebut “pahlawan” tidak ada dalam pikiran mereka apa yang akan terjadi 66 tahun yang akan datang dari hari ini
tidak ada dalam benak mereka apa yang mereka lakukan saat ini akan dicetak dalam buku sejarah yang dipelajari oleh anak sekolah dasar hingga SMA selama 66 tahun kedepan bahkan lebih
tidak ada dalam otak mereka bahwa nanti  200 juta penduduk indonesia yang hidup pada 66 tahun setelah saat ini semua mengenal mulai dari cerita hidup mereka, tutur kata mereka, bahkan cara mereka berpakaian
jika dari 66 tahun tersebut lahir 50 juta jiwa maka ada sekitar 3miliar anak sekolah dasar yang belajar bagaimana tiap kata bahkan tanda baca yang mereka lakukan ketika ini 
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal2 jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara seksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, 17-8-05
Wakil-wakil bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta

 

Begitu banyak jiwa jiwa yang mengenal dan mengenang mereka, mereka para pahlawan bangsa, mereka yang memerah dan memutih kan Indonesia
begitu banyak yang berharap bahwa kemerdekaan adalah bukan sekedar personifikasi belaka
bukan hanya sekedar “benda mati” yang dianggap “hidup”
yang milyaran orang pupuk dan tanam hingga besar sebesar dan setinggi burung garuda terbang mengangkasa
seagung merahnya darah mereka yang telah berjuang demi bangsa ini
dan sesuci putihnya tulang mereka yang mereka pakai untuk menendang para penjajah keluar dari bangsa ini
dan hari ini 17 agustus 2011 jauh daripada kehidupan keramaian, yaitu di suatu tempat terpencil di mana pepohonan tak bernama dan tak bertuan, duapuluhan orang juga mengenal dan mengenang mereka…
juga berharap bahwa kemerdekaan bukanlah sebuah personifikasi belaka yang tiap tahun kita kenang dan kita kenal

“Merahnya tanah laterit dan putihnya awan daerah morombo menjadi saksi kami ada disini, berjuang, bertahan, dan mengenang
morombo, konawe utara, sulawesi tenggara, Indonesia
tetaplah berjuang para pemuda Indonesia