Kodi, Sumba Barat Daya, NTT mungkin terdengar asing di telinga orang orang, biasanya ketika mendengar NTT yang diingat oleh orang awam adalah destinasi yang lebih terkenal seperti Komodo, Kupang, Ende, atau Klimutu. Kodi Sebenarnya menyimpan potensi wisata yang tak kalah menarik nya dari daerah daerah lain di NTT. Selain Potensi wisata nya, Kodi juga terkenal dengan adat dan budaya nya yaitu Pasola yang telah dijelaskan diatas. Kodi merupakan salah satu kecamatan di kabupatan sumba barat daya selain Kodi terdapat juga kecamatan Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, dan Kodi Utara yang luas wilayahnya paling besar diantara kecamatan lain yang ada di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Lokasi Kodi, Sumba Barat Daya NTT (Google Map)



Danau Weekuri

Danau Weekuri merupakan danau air payau yang mungkin jarang sekali ditemukan di daerah lain di Indonesia. Air laut yang bersifat payau tertahan arusnya dan masuk melalui celah celah di tebing gamping yang seakan menjadi batas alami dengan laut, yang sering disebut sebagai morfologi lagoon. Selain air payau dari laut, di danau ini juga terdapat beberapa sumber mata air di beberapa tempat, sehingga  warna danau ini bervariasi, ada yang berwarna cerah, agak hijau, dan gelap, ada yang hangat, dan ada yang dingin. 

Kita dapat dengan bebas berenang di danau ini, karena air yang tak berarus dan juga tidak dalam, sungguh sangat menyenangkan berada disana. Untuk menuju Danau Weekuri kita tidak akan menemukan papan penunjuk jalan apapun menuju kesana, satu satu nya cara adalah bertanya ke penduduk sekitar. Sepanjang perjalan menuju ke danau, kita akan disajikan rumah adat khas sumba yang sangat unik.

Pemandangan yang disajikan selama perjalanan
Berenang di Danau Weekuri

 

Narsis dikit boleh lah ūüėÄ

 

Pantai Umbungedo
 
Bagi anda yang ingin melihat pantai dengan latar belakang kampung adat, dan tombstone atau batu kubur khas Sumba Barat Data, Pantai Umbungedo mungkin bisa menjadi pilihan. Pantai Umbungedo masih masuk dalam Kecamatan Kodi, untuk menuju pantai ini juga tak ada papan penunjuk, satu satu nya petunjuk yaitu pantai ini terdapat dekat dengan SD Pero dan tak jauh dari Pantai pero, Kodi.
Selain Rumah adat, Tombstone, dan danau air payau, Pantai Umbungedo memiliki ombak yang kencang, sehingga sangatlah cocok bagi anda yang ingin berselancar. Biasanya apabila musim libur tiba, banyak wisatawan mancanegara yang datang menuju ke pantai ini untuk berselancar.
Danau air payau dengan latar belakang kampung adat sumba
Pantai umbungedo, masih asli

 

Tombstone atau batu kubur
Pantai Pero
 
Pantai Pero merupakan pantai yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan, baik itu lokal maupun wancanegara. Ombak nya yang bagus untuk selancar, pasir yang putih, sunset yang sangat indah, dan Pantai Pero terdapat tempat seperti semacam teluk yang bisa dipakai untuk berenang.
Karena banyak wisatawan yang datang ke sini, di Pantai Pero terdapat berbagai penginapan dengan harga 150rb per malam temasuk makan pagi, siang, dan malam.

 

 

Sunset di Pantai Pero
Spot untuk berenang di Pantai Pero

 

Berselancar
Pasola, Adat Khas Sumba Barat Daya
 

Pasola¬†berasal dari kata “sola” atau “hola”, yang berarti sejenis¬†lembing¬†yang dipakai untuk saling melempar dari atas¬†kuda¬†yang sedang dipacu kencang oleh dua kelompok yang berlawanan.¬†Setelah mendapat imbuhan `pa’ (pa-sola, pa-hola), artinya menjadi permainan.¬†Jadi pasola atau pahola berarti permainan ketangkasan saling melempar lembing kayu dari atas punggung kuda yang sedang dipacu kencang antara dua kelompok yang berlawanan.¬†Pasola merupakan bagian dari serangkaian¬†upacara tradisional¬†yang dilakukan oleh orang¬†Sumba¬†yang masih menganut¬†agama¬†asli yang disebut¬†Marapu¬†(agama lokal masyarakat sumba).¬†Permainan pasola diadakan pada empat kampung di kabupatenSumba Barat.¬†Keempat kampung tersebut antara lain¬†Kodi,¬†Lamboya,¬†Wonokaka, dan¬†Gaura.¬†Pelaksanaan pasola di keempat kampung ini dilakukan secara bergiliran, yaitu antara bulan Februari hingga Maret setiap tahunnya. (Wikipedia)

Bulan Februari hingga Maret biasanya pulau sumba akan ramai dengan wisatawan baik lokal maupun wancanegara, itu karena mereka ingin melihat sebuah pesta adat yang hanya ada di sumba barat daya salah satu nya di wilayah Kodi ini. Warga Sumba memang sangat menyukai pesta, mulai dari pesta pindahan rumah, pesta menikah, pesta ulangtahun, semuanya diadakan pesta. Pasola adalah salah satunya, selama satu bulan di daerah Kodi ini warga Sumba Barat Daya tumpah ruah ke jalan menuju tempat tempat daerah dimana Pasola diadakan.Pasola mempertandingkan berbagai kampung adat yang tersebar di sekitar kodi.

Dalam permainan pasola, penonton dapat melihat secara langsung dua kelompok ksatria sumba yang sedang berhadap-hadapan, kemudian memacu kuda secara lincah sambil melesetkan lembing ke arah lawan. Selain itu, para peserta pasola ini juga sangat tangkas menghindari terjangan tongkat yang dilempar oleh lawan. Derap kaki kuda yang menggemuruh di tanah lapang, suara ringkikan kuda, dan teriakan garang penunggangnya menjadi musik alami yang mengiringi permainan ini.Pekikan para penonton perempuan yang menyemangati para peserta pasola, menambah suasana menjadi tegang dan menantang.Pada saat pelaksanaan pasola, darah yang tercucur dianggap berkhasiat untuk kesuburan tanah dan kesuksesan panen. Apabila terjadi kematian dalam permainan pasola, maka hal itu menandakan sebelumnya telah terjadi pelanggaran norma adat yang dilakukan oleh warga pada tempat pelaksanaan pasola.

 

 Keramaian warga

 

Salah seorang peserta pasola