Kopi pertama di siang hari ini, agak manis tapi tidak terlalu panas, cepat sekali dingin….
 
 *****
Hari ini seperti biasa dia terduduk santai di pelataran
memandang sebuah pertunjukan pantonim di depannya
matahari kala itu menjadi saksi akan kemenangan awan terhadap langit yang menyebabkan gelap
gelap adalah terang yang terlupa katanya
tidak dengan dia yang terduduk santai itu
mengutas senyum, antonim.
hujan, satu hal yang dia tahu..
tepat pukul 17.15 detak jantungnya pasti berdegub kencang
seperti getaran yang muncul saat itu dikala hujan tiba..
“oh senja segeralah datang lukiskan keindahanmu pada jingganya langit
janganlah kau kecewakan awan yang sudah berusaha menahan matahari agar tak dulu tenggelam”
 
*****
“ada yang terlupa” gumannya
“Nikmati kopi sebelum dia dingin, dan sesudah dia melewati panas”
sembari menyeduh kopi yang telah lama dingin, yang sempat dia hiraukan sejak siang tadi
tidak terlalu manis.. dan dingin
tapi satu hal yang pasti, kopi  tak pernah berdusta
****
jika kopi adalah masalahmu, selalu habiskan dan nikmati saja walau dia dingin atau tidak manis, dan agar lebih nikmat, selesaikan dia sebelum dingin dan sesudah panas nya
senja adalah sesuatu yang selalu kau nanti dan inginkan, tapi tenang saja walaupun memang indah tapi dia pasti terulang kembali tapi tidak pernah sama karena tiap senja adalah berbeda
****