Makro Fotografi

Makro Fotografi adalah  “fotografi dengan jarak sangat dekat untuk mendapatkan detail yang tinggi namun tidak memerlukan bantuan alat pembesar optik sepertimikroskopFotografi makro biasanya memiliki rasio 1:1 yaitu besar gambar yang dihasilkan sama ukurannya dengan benda aslinya. Sebagai contoh, pada film 35 mm, lensa harus dapat fokus pada area sekecil 24×36 mm, yaitu ukuran gambar pada film” Wikipedia

Intinya makro fotografi adalah fotografi dengan objek foto berupa benda yang sangat kecil dengan fokus sedekat dekat nya dan setajam tajam nya. Biasanya objek yang diambil dalam makro fotografi adalah serangga dan bunga. Tingkat kesulitannya pun berbeda beda, terutama ketika kita akan mengambil foto serangga yang bergerak akan lebih sulit daripada mengambil foto bunga yang tidak bergerak.


Ada yang beranggapan makro fotografi adalah fotografi yang harus mempunyai modal yang tinggi karena peralatan yang dibutuhkan lumayan memberatkan kantong. Lensa khusus makro memang mahal, biasanya lensa makro mempunyai kemampuan mengambil foto dengan jarak fokus dekat dan tetap tajam dengan bukaan yang bervariasi.


Bagi saya dimana ada niat disitu ada jalan, begitu juga dengan makro fotografi, selama ini saya mengambil foto makro hanya menggunakan kamera mirrorles saya yaitu SONY NEX 5 dengan lensa kit standar yaitu 35-55mm f3.5-5.6


Biasanya ketika mengambil foto makro saya menggunakan extension tube dan filter makro dalam pengambilan foto makro.


extension tube atau sering disebut makro ring adalah cara yang paling sering saya lakukan, cara kerja extension tube adalah sesuai perinsip cahaya, cahaya yang masuk melalui lensa dibaurkan oleh extension tube sehingga menghasilkan fokus yang lebih dekat, alhasil karena jarak antar sensor kamera dan lensa diperpanjang, cahaya yang dibutuhkan akan lebih banyak, dan ini memang permasalahan utama ketika menggunakan extension tube. berikut kekurangan dan kelebihan menggunakan extension tube pada makro fotografi

  • DOF atau Depth Of Field akan semakin sempit.hal ini dikarenakan pinsip extension tube itu adalah manipulasi optik sehingga fokus memang menjadi dekat tapi begitu pula dengan DOF. Hal ini bisa jadi keuntungan atau kekurangan tergantung fotografer yang menyiasatinya. Hasil foto bisa menjadi lebih dramatis karena lebih berdimensi, lebih simple atau bahkan fokus yang dicari tidak dapat dikarenakan sangat kecil DOF. Cara mengakalinya yaitu apabila ingin mengambil foto serangga fokuskan kepada mata, karena mata merupakan Point Of Interest yang paling utama pada serangga. Cropping juga sangat berpengaruh pada hasil foto sesuai aturan komposisi pada fotografi.
  • Cahaya yang dibutuhkan kamera lebih besar sehingga seringkali foto menjadi blur atau tidak fokus. Shutter speed yang disarankan pada makro fotografi adalah 1/100 agar foto anda tidak blur atau 1/60 jika anda memiliki tangan yang lebih stabil dalam mengambil foto. Cara mensiasatinya adalah menaikan ISO, menggunakan tripod, monopod, atau menggunakan flash pada saat mengambil foto.
  • Tidak bisa merubah aperture, jika anda menggunakan lensa bawaan, atau lensa otomatis. Berbeda jika anda menggunakan lensa manual, aperture masih bisa diubah. cara mensiasatinya adalah dengan cara mensetting dahulu aperture pada bukaan yang paling besar ketika kamera belum memakai extension tube. Setelah disetting baru pasang extension tube pada badan kamera.
  • Tidak bisa menggunakan autofokus. Cara satu satu nya adalah dengan memajumundurkan kamera sehingga objek foto dalam keadaan fokus. Bagi yang belum terbiasa mungkin agak susah mencari fokus ketika akan memotret serangga yang bergerak. Cara mensiasatinya adalah fokus kan kamera ke tempat dimana biasa serangga hinggap, kemudian tunggu hingga serangga itu datang, dan setelah itu baru ambil foto. 
 

Tips dan Trik Fotografi Makro

  • Ambil Foto pada saat pagi atau sore hari biasanya serangga muncul ketika pagi hari dan sore hari, cahaya yang dihasilkan matahari pada waktu waktu itu juga lebih halus dibandingkan jika mengambil foto di siang hari
  • Perhatikan tempat dimana serangga hinggap biasanya tempat serangga hinggap tiap harinya selalu sama, perhatikan dan tentukan objek yang akan difoto
  • Bawa pinset, suntikan air pinset berguna untuk menyingkirkan benda benda kecil yang menggagu ketika mengambil foto, suntikan air untuk membuat efek raindrop 😀
  • Gunakan flash difusser untuk membaurkan flash sehingga lebih alami
  • Hindari gerakan gerakan tidak perlu yang membuat serangga merasa terganggu dan kemudian kabur
  • Banyak mencoba dan berlatih ini yang terakhir happy hunting 😀 
Hungry Grasshopper

Makro Fotografi

Makro Fotografi : Lalat

Makro Fotografi : Lalat

Makro Fotografi : Lebah

Makro Fotografi : Lebah

Saya akan mencoba sharing pengalaman saya selama mengambil foto makro.


Caterpillar 2

Contoh ketika saya menggunakan extension tube, cuaca sedang tidak bersahabat, agak gelap, sehingga saya menggunakan iso 6400 dan gambar yang dihasilkan agak noisy, penggunaan flash lebih dianjurkan ketika ini, ketika itu saya tidak membawa flash sehingga hasil yang didapat seperti ini



Cuaca saat itu cerah, pukul 14.00 WIB, dengan iso 640 shutter speed 1/640 cukup membuat objek freeze 
white balance auto, dan setting vivid



terlihat DOF yang sempit bisa membuat foto lebih berdimensi



foto ini saya tidak menggunakan extension tube hanya lensa kit saja, asal fokus ke objek yang dituju
dengan cropping yang baik bisa membuat foto ini foto makro yang dramatis

Lihat tulisan saya tentang fotografi hitam putih disini https://ghoziankarami.com/category/fotografi/