Mata Biru

kamu yang setiap hari tertidur lelap itu
dimana saja jika kamu lihat adanya kenyamanan
segera kamu pindah bertransportasi ke dunia khayalanmu itu
mata biru mu itu entahlah khayal atau nyata
yang jelas saat itu kamu menjalani semua peran itu dengan sangat sempurna di dunia itu, dunia sandiwara
pada saat mata birumu menyala dikala gelap
semua peran lain tak lagi penting, semua mata tertuju pada mata birumu
panggung itu menjadi milikmu semata
beraksi, menari nari, segila gila nya 
tak perduli saat itu kamu sedang ada dimana
di dalam dunia khayalan atau dunia nyata