Merahnya tanah laterit dan putihnya awan daerah morombo menjadi saksi kami ada disini, berjuang, bertahan, dan mengenang
Begitu banyak jiwa jiwa yang mengenal dan mengenang mereka,
mereka para pahlawan bangsa, mereka yang memerah dan memutih kan Indonesia
begitu banyak yang berharap bahwa kemerdekaan adalah bukan sekedar personifikasi belaka
bukan hanya sekedar “benda mati” yang dianggap “hidup”
yang milyaran orang pupuk dan tanam hingga besar sebesar dan setinggi burung garuda terbang mengangkasa
seagung merahnya darah mereka yang telah berjuang demi bangsa ini
dan sesuci putihnya tulang mereka yang mereka pakai untuk menendang para penjajah keluar dari bangsa ini
dan hari ini 17 agustus 2011 jauh daripada kehidupan keramaian,
yaitu di suatu tempat terpencil di mana pepohonan tak bernama dan tak bertuan, duapuluhan orang juga mengenal dan mengenang mereka…


Ghozian I K. Morombo, konawe utara, sulawesi tenggara agustus 2011