“Oooh Solo itu Surakarta toh, Solo Balapan itu nama Stasiun kereta nya?” 

saya terheran heran kepada 3 teman saya kala itu 25 september 2012 pukul 5 pagi di stasiun solo balapan
Tak terasa kereta yang kami tumpangi, 4 orang calon Geologist (Sebutan untuk ahli geologi)  sudah sampai di Surakarta setelah 9 jam perjalan menaiki kereta apa dari  Stasiun Bandung. Tujuan kami kali ini adalah pacitan, sebuah daerah di jawa timur dengan letak geografi berada di selatan dengan keberadaan pantainya yang indah dan pasir putih disana, serta banyaknya gua kapur disana yang salah satunya merupakan gua kapur terindah di Asia Tenggara
Sebagai Calon Geologist kami diharuskan mengambil kuliah pemetaan geologi lanjut yang merupakan salah satu syarat kelulusan di Universitas tempat kami menimba ilmu yaitu di Universitas Padjadjaran Bandung (UNPAD). Pemetaan Geologi Lanjut bertujuan untuk memetakan batuan suatu daerah sebesar 10km x 10km dengan letak kavling yang berbeda beda tiap mahasiswa. Untuk menyelesaikan pemetaan itu prakteknya di lapangan kami diharuskan untuk memasuki daerah daerah pelosok di Pulau Jawa, dan juga berbaur dengan masyarakat sekitar
Solo – Pacitan
Setelah sampai di surakarta, kami melanjutkan perjalanan menuju peringkuku, pacitan menggunakan bis umum. Perjalanan yang berlika liku tidak membuat supir bus memperlambat laju kendaraan nya, seakan tidak peduli dengan kondisi jalan. Sepanjang menuju pacitan di pinggir jalan kami sering sekali melihat bukit bukit gamping, sehingga tak heran jika pacitan sering disebut sebagai “kota seribu satu goa”
Pukul 10.30 kami sampai di kantor camat Pringkuku. Di luar dugaan kami, sistem birokrasi jawa timur itu lebih sulit daripada di Jawa Barat. Hingga pukul 14.30 kami masih di kantor camat dengan hasil nihil karena ternyata surat izin yang kami bawa sudah kadaluarsa dan tidak lagi berlaku disana. Hari sudah hampir malam sehingga kami memutuskan untuk menginap dulu di hotel di kota pacitan yang bernama lumayan unik yaitu “Hotel Remaja”. Sesuai dengan namanya tarif hotel remaja sangatlah murah, tarif menginap permalam mulai dari rp30rb – rp80rb
Hotel Remaja Pacitan
Keindahan Alam Pacitan Kota Seribu Satu Goa
 
Satu hari kami menginap di hotel remaja, setelah itu kami menginap di rumah warga yang direkomendasikan oleh kepala desa disana, di daerah pringkuku, pacitan. Hal pertama yang saya rasakan berbeda dengan suasana di jawa barat adalah keramahan orang pringkuku dan udara yang tidak panas dan juga tidak dingin.
10 hari menginap di pringkuku, selain tugas kami memetakan batuan kami juga sempat berjalan jalan ke tempat wisata di daerah pacitan yaitu salah satunya adalah Gua Gong dan pantai klayar
Gua Gong, Gua Terindah Di Asia Tenggara
 
Gua Gong, menurut warga sekitar nama gong itu karena di dalam gua ini ada stalagmit yang apabila dipukul akan berbunyi seperti gong. Selain “Gong” banyak sekali stalaktit stalagmit di dalam gua gong ini yang memang sangat indah. Tak salah jika gua gong merupakan gua terindah seasia tenggara.
Untuk Mencapai Situs Gua Gong dari kota pacitan menuju arah punung lalu kemudian terus hingga menemukan jalan kecil berkelok kelok menuju gua gong. Selain gua, masih di dalam komplek gua gong, terdapat pasar batu yang menjual berbagai macam batu akik, batu fosil, mineral, dll yang didapat di sekitar pacitan. Saya pun membeli 3 jenis batu disana, memang termasuk murah dan jenis batu disana pun bermacam macam, unik unik pula, sangat cocok untu dihadikan buah tangan untuk keluara di rumah.
 
Penerangan Gua Gong
Pintu Masuk Ke Gua Gong
Pantai Klayar, Pantai Unik Dengan Seruling Laut nya
 
Pantai Klayar pantai eksotis yang ada di jawa timur, pertama kali memasuki daerah pantai, saya disajikan ombak yang begitu kencang, tebing tebing di pinggir pantai, dan hamparan rumput laut yang menyebar hijau.
Masih belum banyak orang yang mengetahui Pantai Klayar sehingga pantai ini masih belum terlalu ramai dikunjungi, hanya nelayan yang mencoba mencari ikan atau mencari rumput laut yang banyak terlihat di sana.
Ada dua spot paling unik di sini yaitu tebing karang sphinx dan seruling laut. Ombak yang kencang disana tertahan oleh bebatuan dan karang sehingga membentuk morfologi yang mirip dengan Sphinx di mesir. Seruling laut yaitu lubang lubang di pinggir karang yang kadang menyembur seperti membentuk gletser kecil. Ombak yang kencang di pantai ini masuk melalui lubang lubang kecil di pinggir pantai lalu menyembur keluar membentuk seruling laut.
Untuk mencapai tempat seruling laut berada, kita diharuskan didampingi oleh petugas disana, karena menurut petugas disana dikarenakan karang yang licin, ombak yang ganas sering terjadi kecelakaan. Untuk meminimalisirnya diberlakukanlah peraturan tersebut.
 
Tebing gamping yang mirip dengan sphinx di mesir
hamparan rumput laut di pantai klayar
Garis pantai pantai klayar
ada kolam di pinggir pantai, bisa berenang disana
 
Seruling Laut yang sangat khas