pohon itu tinggi, berduri tapi teduh
pohon itu tidak cuman satu, tapi terteka
pohon itu biasa saja tapi….
di pohon itu, tempat dia berteduh dulu 
bersandar, menengok ke atas, menatapi sesuatu yang tak tahu apa
satu hari, dua hari, tiga hari berhari hari
dia selalu datang  menunggu ketika matahari akan tenggelam jatuh
tapi satu yang ia tahu, sesuatu itu pasti akan jatuh
setiap hari dia datang dalam tanya
jelas ada disana  juga tak jelas
nyata jua tak nyata
namun tak teraih, tak datang juga tak pergi

setiap ia duduk, datang, dan menunggu
selalu ia toreh satu garis di batang pohon itu
satu, dua, tiga kali dan lebih

ia datang menoreh, tak terhingga

rasa penasaran yang dulu timbul
sekarang sudah berubah menjadi kebiasaan
ia sudah lupa akan maksudnya dulu kepada pohon itu
ia selalu datang, duduk, menunggu, dan menoreh

tak perduli juga toh tak ada yang dirugikan dan merugi

satu tahun dua tahun tiga tahun, bertahun tahun waktu berlalu

***

ada sesuatu yang hilang, sesuatu yang membuat kita disini, menghabiskan waktu
lihatlah berpuluh ribu torehan ini?

terkadang kita lupa apa yang sebenarnya kita cari itu sudah kita dapati tanpa kita sadari