“Ngapain sih kamu lari? lari dari kenyataan yah?”

 
pertanyaan itu yang sering terlontar dari teman teman saya yang melihat saya 4 bulan terakhir ini sering sekali melakukan aktivitas lari. Lari adalah olahraga sejuta umat, olahraga paling murah, siapa saja bisa melakukannya, dimana saja, kapan saja, dengan alat yang seadanya. Selain itu banyak sekali keuntungan dari  berlari, baik dari segi atletis, mental, sosial
pertama kali saya mencoba hobi baru ini yaitu pada Bulan Juli ketika itu ayah saya tiba tiba saja mendaftarkan saya pada event lomba lari yaitu independence day run dalam rangka memperingati kemerdekaan, ketika itu saya didaftarkan pada lomba 8 km

“Satu bulan lagi tuh lombanya, ayo latihan, udah yang penting lari aja”

Just Run ya itulah kata kata yang pertama kali saya ingat ketika memulai berlari, sudah lari saja. biarkan kedua kaki ini melangkah, keringat ini keluar, energi positif masuk, energi negatif keluar.
Awalnya lari pertama yang saya lakukan adalah berlari 4 km bersama ayah saya dari rumah saya di Ujungberung menuju rumah nenek saya di Cibiru, ketika itu pace yang saya dapat sekitar 7 lebih dan saya ditinggal oleh ayah saya.

Usia memang bukan kendala ketika berlari. Siapa bilang ketika usia anda diatas 40 tahun anda tidak boleh berlari jauh, buktinya ayah saya yang berusia 50 tahun saja bisa. Memang ada batasan tertentu ketika anda sudah memasuki usia lanjut, dapat terlihat di berbagai event lari biasa nya pada hasil lari yang diumumkan terakhir akan dibagi dalam beberapa kelompok usia.

Ketika saya pertama kali mengikuti lomba lari yaitu 8 Kilometer di jakarta, justru lebih banyak pelari yang berusia 30-50 tahun daripada dibawah 30 tahun seperti saya kecuali peserta dari kalangan tentara yang memang sudah diwajibkan untuk mengikuti lari dikala itu.

Ketika saya mengikuti marathon pertama saya yaitu 21 kilometer pada ajang jakarta marathon juga demikian. Sepanjang track lari lebih banyak dijumpai pelari pelari yang lebih berusia


Run For Your Life

“Berlari demi hidupmu” , banyak sekali manfaat yang saya rasa ketika berlari. Ketika berlari semua beban yang sebelumnya ada di kepala serasa menghilang menguap bersama keringat, semangat dan inspirasi pun seringkali muncul setelah saya berlari.

Trust me
“running releases more than just sweat”