Select Page

(dan mintalah pertolongan kalian semua dg melakukan Sabar dan Shalat. Sesungguhnya shalat adalah hal yg berat (untuk didirikan) kecuali atas orang-orang yg takut (terhadap Allah)).

Sabar dan Shalat, Solusi dari semua persalahan kita

Dalam Al Baqarah ayat 153, Allah sudah memberikan solusi dari semua permasalahan kita, yaitu sabar dan shalat

Coba diam sejenak dan berfikir, apakah yang telah terjadi sampai saat ini, semua ketidakmungkinan yang membuat kita bergumam dalam hati “Kok bisa yah kalau dipikir2” “Gak kerasa yah dengan moment2 ini yang cepat sekali berlalu”

2 Tahun 3 Bulan sudah saya kerja di Jakarta, moment moment itu seperti kumpulan kertas diary yang telah kita buat tiap hari, berserakan di kamar, yang jika sudah dibereskan kita baru sadar.. ternyata semua cerita yang terkumpulkan itu saling berkaitan, ternyata apa yang terjadi hari ini semua adalah hasil dari kertas kertas tersebut. Ternyata ketika kertas kertas tersebut dibereskan, kamar kita kembali bersih, tak ada hal yang perlu kita sesalkan, semua indah, kita hidup di hari ini.

“Alhamdulillah alladzi bi nikmati shalihat” , “Alhamdulillah Alaa Kuli Haal”. Atas semua hal yang terjadi, keburukan maupun kebaikan, semua adalah sebuah ketentuan, semua adalah hal selalu harus kita syukuri

Saat itu, hari pertama saya kerja di jakarta – Ruko Permata Senayan, Jakarta Selatan. Saya tinggal di kostan, tidak jauh dari kantor -di Gg Mesjid, Patal Senayan. 10 Menit untuk ke kantor, dan 1 menit untuk ke Masjid Terdekat.
Saat itu, jujur, shalat di mesjid adalah suatu hal yang sangat jarang saya lakukan, shalat jumat dan shalat fardhu di masjid mungkin dalam seminggu bisa dihitung dengan jari (kecuali ramadhan, itu pun hanya Isya sampai tarawih saja).

Semua yang terjadi di dunia ini atas kehendakNya, Gg Mesjid, dekat mesjid, panggilan yang seringkali dilupakan oleh HambaNya.

Singkat cerita, suatu malam, saya menonton sebuah film pendek di youtube, yang judulnya Cinta Subuh [highlight color=”yellow”] (Link Youtube : Cinta Subuh Cinta Subuh 2 Cinta Subuh 3) [/highlight] , yang ceritanya adalah seorang ikhwan ingin melamar seorang akhwat, dan calon mertua nya memberi syarat untuk shalat subuh selama 40 hari berjamaah di mesjid berturut turut jika ingin melamar anaknya. Film nya bagus, sangat menginspirasi, kekuatan shalat subuh, awalnya berat, tapi lama kelamaan nagih, ada yang kurang jika kita tidak shalat subuh di mesjid.

Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, ia mengatakan, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Barangsiapa yang shalat karena Allah selama 40 hari secara berjama’ah dengan mendapatkan Takbir pertama (takbiratul ihramnya imam), maka ditulis untuknya dua kebebasan, yaitu kebebasan dari api neraka dan kebebasan dari sifat kemunafikan.” (HR. Tirmidzi)

Pagi itu setelah mengetahui keutamaan shalat subuh, sebelum adzan saya sudah siap2, memakai pakaian takwa, dan shalat subuh di masjid. Entah kenapa adzan pagi itu sangatlah menyentuh, bagaimana tidak, kita setiap hari, setiap pagi, sehari 5 kali dipanggil oleh Sang Pencipta untuk shalat, untuk menuju kerumahNya, untuk menuju kemenangan, tapi kita menolaknya, hanya karena urusan dunia, padahal dunia ini semua milik Allah. Air mata tak terasa deras mengalir, “Ya Allah kemana saja aku selama ini, apakah aku hambaMu yang kufur atas nikmatMu yang Engkau berikan”

Seperti film tersebut, cobalah shalat subuh selama 40 hari berturut2. catat dalam aplikasi habit di smartphone, atau tulis dalam kertas. Ulangi jika ada hari yang tidak dimulai dengan shalat subuh berjamaah di mesjid. Dan temukanlah keajiban keajaiban yang terjadi dalam hidupmu.

BEBERAPA PELAJARAN PENTING DAN FAEDAH ILMIYAH YANG TERKANDUNG DI DALAM HADITS INI:

1. Hadits ini menerangkan tentang dua keutamaan besar bagi orang yang melaksanakan sholat berjama’ah selama 40 (empat puluh) hari tanpa terlambat dari takbirotul ihrom bersama imam. Dua keutamaan besar tersebut ialah: Selamat dari siksa Api Neraka di akhirat, dan selamat dari kemunafikan di dunia.

2. Yang dimaksud dengan selamat dari kemunafikan ialah sebagaiman dijelaskan oleh Al-‘Allamah al-Thiibi rahimahullah, ia berkata: ”Ia dilindungi (oleh Allah) di dunia ini dari melakukan perbuatan kemunafikan dan diberi taufiq untuk melakukan amalan orang-orang yang ikhlas. Sedangkan di akhirat, ia dilindungi dari adzab yang ditimpakan kepada orang munafik dan diberi kesaksian bahwa ia bukan seorang munafik. Yakni jika kaum munafik melakukan sholat, maka mereka sholat dengan bermalas-malasan. Dan keadaannya ini berbeda dengan keadaan mereka.” (Lihat Tuhfatul Ahwadzi I/201).

3. Dua keutamaan besar dari sholat berjamaah tersebut akan didapatkan oleh setiap muslim dan muslimah yang memenuhi beberapa syarat berikut ini:

– Melaksanakan sholat dengan niat ikhlash karena mengharap ridho Allah semata.
– Melaksanakan sholat sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
– Melaksanakan sholat dengan berjama’ah, baik di masjid maupun musholla.
– Menjaga sholat berjama’ah selama 40 hari (siang dan malamnya).
– Mendapatkan takbiratul ihromnya imam secara berturut-turut, tanpa tertinggal atau terlambat (masbuq) sama sekali. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan Imam Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, dari Anas bin Malik radliyallah ‘anhu:مَنْ وَاظَبَ عَلَى الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوْبَةِ أَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً لا تَفُوْتُهُ رَكْعَةٌ كَتَبَ اللهُ لَهُ بِهَا بَرَاءَتَيْنِ، بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ وَبَرَاءَةٌ مِنَ النِّفَاقِ”Siapa yang menekuni (menjaga dengan teratur) shalat-shalat wajib selama 40 malam, tidak pernah tertinggal satu raka’atpun maka Allah akan mencatat untuknya dua kebebasan; yaitu terbebas dari neraka dan terbebas dari kenifakan.” (HR. Al-Baihaqi di dalam kitab Syu’abul Iman, no. 2746).

4. Seorang muslim yang pernah terlambat dari takbirotul ihrom bersama imam karena adanya udzur (halangan) syar’i, dan bukan merupakan kebiasaannya terlambat dari sholat berjamaah, maka ia bukanlah termasuk orang munafik.

5. Bagi siapa saja yang ingin meraih 2 keutamaan besar tersebut namun ia pernah terlambat dari takbirotul ihrom bersama imam, maka hendaknya ia memulai lagi dengan hitungan baru, dengan memenuhi syarat-syarat yang telah disebutkan di atas. Akan tetapi, orang-orang yang pernah terlambat dari takbirotul ihrom bersama imam karena adanya udzur (halangan) syar’i seperti sakit, berada di negeri kafir atau di daerah yang penduduknya tidak ada yang sholat, maka diharapkan baginya meraih 2 keutamaan besar tersebut, karena Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
“Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang itu tergantung terhadap apa yang dia niatkan.” (HR. Bukhori 1, Muslim 1907)