Ini bukan sebuah paragraf narasi yang selalu berakhir happy ending
juga bukan sebuah paragraf eksposisi yang memaparkan hanya satu ide
atau bukan paragraf argumentasi yang tak berdasarkan fakta
maupun bukan paragraf persuasi yang mempunyai maksud tertentu
tapi paragraf deskripsi tentang gambaran sebuah kehidupan – seolah semua insan tak tau kehidupan menjadi tau, orang buta dapat melihat.. terwakili oleh satu indera dari sudut utara dan selatan

kehidupan..
atau lebih tepatnya filosofi hidup pasti dapat dideskripsikan menjadi satu perlambang..
kehidupan dapat dideskripsikan melalui satu paragraf metafora sederhana

-toko buku
terdapat buku-buku pilihan
mulai dari buku agama, buku cerita, buku psikologi, buku sains, buku komedi..
orang-orang datang dari latarbelakang berbeda memilih buku sesuai
seperti latarbelakangtujuannya.. mereka yang datang yang memutuskan sendiri bukan orang lain sesuai dengan keadaan juga pastinya, berbagai pertimbangan, baik dan buruknya..

-pelangi (lagi2 pelangi)
berasal dari satu cahaya sederhana, putih.. (semua insan terlahir putih) lalu terbiaskan menjadi berbagai macam warnatujuan masing2, ada merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu… bukan hanya warna itu saja masi banyak warna lain.. warna yang tak ada di kamus warna, kamus science.. hanya insan bersangkutan yang tau… lalu berribu macam warna kembali hilang.. hilang ditelan cahaya.. lagi lagi cahaya putih. lenyap hilang tak berbekas

kehidupan…
juga bisa terdeskripsi dari suatu karangan metafora keadaan

seperti 2 cermin yang saling berhadapan.. tergantung sudut pandang kita.. kita bisa melihatnya sangaat jauh dari sudut yang sangat jarang ditemukan – tak terbatas, diatas horizon kehidupan, bisa sangat dekat sperti kebanyakan pandangan orang – terlihat dua cermin.. sudah tak lain , bisa juga tak terlihat apa2..

seperti para pengendara kendaraan bermotor.. pengendara motor harus melihat kedepan.. yap melihat kedepan.. tapi tidak selalu melihat kedepan, mereka harus pula melihat kebelakang melalu kaca spion – sesekali. untuk melihat jalan yang telah dilalui jangan pula terlalu sering.. karena kehidupan itu di depan bukan dibelakang.. terlalu sering melihat kebelakang. bisa menabrak kendaraan di depan, terlalu sering melihat ke depan tanpa melihat belakang.. bisa tersalip kendaraan di belakang..

hufff sangat sulit mendeskripsikan kehidupan dalam satu paragraf..
mungkin saya blm bisa melakukannya
hanya saja :…>

Udara sangat sejuk sehabis hujan, terpancar cahaya matahari, walaupun kemarin siang itu panas seperti neraka di sebuah toko buku di jalan besar, banyak pengunjung yang datang dari berbagai suku latarbelakangdantujuan. terdapat berbagai macam cermin di dalam toko buku sebagai pembatas antara rak rak buku di sana. Di luar toko buku terlihat pelangi yang indah dengan berribu warna di sana, sehingga para pengendara motor yang lalu jalan di depan terkesima, sekali kali melihat kebelakang untuk melihat panorama ini.

lalu?? 2 cermin berhadapan?? toko buku?? pengendara motor?? >> yaaaapp itu cmn perumpamaan yang tak biasa melalui suatu paragraf deskripsi sederhana seorang mahasiswa sampah