dari berpuluh puluh majas yang tersebar di literatur sastra tak terjamah
satu saja yang dapat disimpulkan : sebuah retoris
bila tidak ada retoris
mungkin ribuan cerita yang sudah terkumpul itu dengan berbagai makna, penokohan, dan latar yang tersirat di dalamnya tak akan bisa berbicara
bila tidak ada retoris 
tak akan ada permulaan, yang ada perjalanan tanpa arah tanpa tujuan
retoris adalah malam
tempat dimana semua angan dan impian tenggelam dalam kelam
retoris adalah siang
tempat dimana semua angan dan impian digantungkan
retoris adalah sebuah pertanyaan
pertanyaan dari seorang tunawicara yang mengagumi ia yang benar benar sempurna
“apakah kamu benar benar manusia? lalu sayap sayap itu?”

Retoris