Puncak Rinjani Telah Kita Capai, apalagi selanjutnya?

11 September 2012 

Hari ini hamparan edelweis  seakan melambaikan ucapan selamat tinggal kepada kami 17 orang rombongan dari MAAR Geologiunpad. Tujuan utama kami sudah selesai yaitu menaklukan Puncak Rinjani 3726 m.

Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui 

Setelah menaklukan Rinjani sangat disayangkan jika tidak diteruskan menuju Danau Segara Anak

 

Segara Anak merupakan sebuah danau yang terletak di kaldera gunung Rinjani Desa Sembalun LawangLombok, Nusa Tenggara Barat. Segara (laut) anak berarti anak laut yang di yakini sebagai bagian dari laut yang terpecah ke dalam sebuah pulau. Hal ini di dasari atas warna air yang biru seperti laut. Danau ini terletak pada ketinggian kurang lebih 3775 mdpl. Jika anda mendaki gunung Rinjani, umumnya Tour Guide akan membawa anda melintasi danau ini dan bermalam di sana.
Banyak hal menarik yang dapat dilakukan di danau ini. Di danau ini terdapat banyak ikan mulai dari ikan nila, mas, dan mujair. Ikan-ikan ini sengaja dikembangbiakkan oleh pemerintah dan masyarakat setempat untuk menambah daya tarik tersendiri dari danau segara anak. Jangan lupa untuk menyiapkan peralatan pancing bagi anda yang berminat mendaki gunung Rinjani.
Para pendaki Gunung Rinjani banyak yang membuat jalur pendakian dengan menyusuri lembah disamping danau untuk memberikan sesajen pada dewa didasar danau. Dari danau terlihat sebuah gunung volcano (Gunung Baru Jari yang berarti gunung baru jadi)yang merupakan anak gunung rinjani dan didekatnya terdapat sumber air panas yang dipercayai mampu mengobati berbagai penyakit kulit. Wikipedia

Perjalanan Turun Pelawangan – Segara Anak

Jangan anggap mudah perjalanan menuju segara anak, walaupun trek yang turun tetapi dengan slope yang lumayan besar dan trek bebatuan juga pasir. Ditambah lagi kondisi para pendaki yang tidak sama seperti awal pendakian. Perjalanan turun kami tempuh kira kira 3 jam perjalanan

Trek turun menuju segara anak

Kami tiba di segara anak kira kira pukul 12 siang. Awalnya kami berancana untuk melanjutkan perjalanan menuju senaru, tetapi warga lokal disana memberitahu bahwa perjalanan menuju senaru akan berbahaya ketika dilewati setelah pukul 6 sore. Mitosnya apabila ingin melanjutkan perjalanan malam di senaru diharuskan membawa obor api dan dianjurkan untuk menggelar tenda dan melanjutkan perjalanan esok hari karena ada banyak hal hal gaib katanya. Kami pun memutuskan untuk menggelar tenda dan menginap di segara anak

Jika melakukan pendakian melalui jalur senaru, Segara anak memang menjadi tempat persinggahan sebelum melanjutkan perjalanan menuju plawangan. Di sini terdapat sumber air bersih dan juga sumber air panas (kita bisa berendam disana, sangat cocok untuk melemaskan otot otot yang tegang selama perjalanan :D) sehingga sangatlah sayang untuk dilewatkan mengunjungi tempat ini.

Lembah tempat dimana sumber air panas berada

Danau berwana biru, tenang, langit biru dan gunungbaru jari merupakan latar dimana kami menggelar tenda. Sungguh Indah dan sangat cocok untuk beristirahat. Topografi segara anak berupa lembahan sehingga cuaca tidak terlalu dingin dan juga tidak terlalu panas

Segara anak dan gunungbarujari
Paradise 😀

Segara Anak – Senaru – Sengigi 12 September 2012 

seperti yang sudah kami rencanakan sebelumnya, hari ini kami memulai perjalanan dari pukul 9 pagi, Dengan sisa tenaga yang ada dan logistik yang sudah semakin berkurang. Perjalanan kali ini dimulai dengan menaiki beberapa bukit yang lumayan terjal, berjalan menyusuri punggungan sekitar bukit di segara anak, lalu kemudian setelah mencapai puncak bukit kemudian perjalanan diteruskan dengan menuruni bukit menuju senaru.

Pemandangan yang terlihat selama perjalanan turun menuju senaru lebih banyak didominasi oleh savana luas dan berpasir, lalu kemudian masuk kawasan hutan lindung yang rimbun dan gelap. Akhirnya pukul 6 sore kami tiba di senaru, walau hari sudah gelap, kami tetap harus melanjutkan perjalanan. Kami menyewa kendaraan berupa elf mini menuju senggigi.

Dua jam perjalan akhirnya kami sampai di senggigi, waktu menunjukan pukul 12 malam. Kami 17 orang manusia gunung, dengan pakaian kotor, muka kotor, bau badan tak jelas terdampar di pinggir jalan senggigi. Akhirnya setelah sekitar 2 jam kami luntang lantung tak jelas akhirnya kami menemukan sebuah mesjid kecil di pinggir jalan.

“lumayan lah untuk bersih bersih badan, istirahat sebentar dan siap siap untuk perjalanan besok menuju gili trawangan”


Senggigi – Gili Trawangan 13 September 2012