Ia seperti makhluk itu
diam dalam masa
matanya semu
hanya tertuju pada titk itu
titik yang juga semu

tak ada rasa ingin tau didalam dirinya
tak ada rasa memiliki terhadap sesama
tak ada rasa ingin sesuatu yang lebih
ia hanya disana
di dalam ruangan gelap itu..

sendiri..
melakukan aktivitas yang sama tiap hari
mengulang rekaman rekaman itu di dalam otaknya
tapi ia puas melakukannya
tak ada rasa sesal sama sekali di dalam benaknya

mungkin…
jika ku bisa masuk kedalam otaknya
lalu kutelusuri jalur saraf sarafnya
tak akan kutemukan orang lain di sana
hanya tiga rekaman di sana

dirinya
dirinya
dirinya

apakah harus ku berhenti bercermin?
melihat diriku sendiri dalam dirinya
pecahkan saja mungkin cermin itu
hingga hancur berantakan
dan kemudian dia bebas bergerak
melewati dunia yang gelap itu

mencari cahaya di luar sana
dan menyimpannya di dalam hatinya
hingga terang
seterang matahari