“Goj entar sabtu ada acara gak?” 
“gak ada kang kenapa kang”
“ikut ke sumbawa yuk, besok siap siap ke jakarta beli logistik”
“oke siap kang”
begitu kira kira percakapan yang tidak terduga antara saya dan kang barkah senior geologi 2003 yang sedang mengambil S2 bagian hidrogeologi di kampus geologi unpad jatinangor,
yah hidup itu seperti novel yang penuh ketegangan, dan setiap hari adalah halaman yang berbeda, kita tak akan pernah tahu apa yang terjadi besok sebelum kau buka halaman berikutnya, dan memang hidup itu penuh dengan kejutan
sebelumnya saya tidak berfikir mau berangkat keluar kota pada saat itu, hanya ingin di rumah mengerjakan skripsi dan mapping saya yang masih terbengkalai, dan benar saja ada saja halangan untuk mengerjakan “syarat kelulusan” yang lumayan memberatkan itu
Sumbawa, kata itu yang terbayang bayang dalam pikiran, pulang kerumah saya langsung searching di google dengan keyword sumbawa 
dan hasil yang didapat yaitu sumbawa adalah suatu pulau di Nusa tenggara barat dengan kondisi cuaca panas, kering, susah air, dan banyak KUDA.

oke berarti saya packing standar lapangan saja membawa baju baju tipis 3 biji + yang dipakai, celana panjang lapangan + jeans, celana pendek dan celana dalam,
alhasil cukup saya membawa eiger pioneer 30L dengan tas daypack bahan kanvas yang mudah dilipat, itu juga  masih cukup banyak untuk memuat barang barang oleh oleh disana
Karena sudah sering berpergian jauh jadi saya berangkat ke sumbawa itu yaa santai santai saja, H-1 sebelum keberangkatan saya masih sempet mikirin harddisk yang sebelum nya dipinjamkan ke teman,
“waah bisa magabut entar kalau di sumbawa gak bawa harddisk, mau nonton apa di sana masa nontonin kuda “live show” hehehe “
singkat cerita harddisk sudah didapat, hati tenang hati senang besok bisa berangkat dengan tenang, 
Rombongan kami terdiri dari 4 orang dosen, 1 orang mahasiswa S2, satu orang lulusan S1, dan satu orang mahasiswa S1 semester akhir yang belum lulus lulus yaitu saya ๐Ÿ˜€
kami mendapat flight pagi dari bandara bandung (dan ini pertama kali saya terbang dari bandara bandung karena sebelumnya selalu dari soekarno hatta) jam 6.30 pagi, jadi jam setengah 5 kami sudah stay di bandara bandung,

kesan saya pengalaman pertama di bandara bandung yaitu “ini bandara apa terminal ya kecil banget ahahaaa!” lounge di sana pun hanya disediakan beberapa kursi saja sehingga kami terpaksa berdiri karena tidak dapat tempat duduk, tempat pengambilan bagasi hanya beberapa meter dan lurus membentang, jadi kalau luput dari perhatian barang kita sedetik saja, pasti barang kita sudah jatuh ke lantai.

Dan kali ini pula merupakan pengalaman pertama kali saya menggunakan merpati, dan kesan pertama saya adalah “HORROR”!
sayap sayap pesawat yang terlihat banyak tambalan sana sini, badan pesawat yang kotor, suara yang bising, dan udara dingin jadi mengingatkan saya kepada film Final Destination yang bercerita tentang segerombolan orang yang lolos dari kecelakaan pesawat dan akhirnya mati satu satu dengan cara yang menggenaskan “ah jangan sampai dehh”
Penerbangan kali ini kami harus transit dua kali yaitu di bandara juanda surabaya dan dilanjutkan ke bandara ngurahray BALI,.. yaap BALI!akhirnya saya bisa menginjakan kaki di bali yang kata orang sih pulau dewata, yang kata orang sih surga dunia,
yah walaupun cuman transit saja tapi sudah lumayan mata ini disegarkan oleh “pemandangan” orang bule yang lewat disana hehe,

pikir saya saat itu “orang lain mah ke bali bawa papan seluncur bawa tas besar besar, lah KITA bawa koper isinya kabel dengan berat melebihi 30 KG dua buah, bawa accu satu tas besar dengan peralatan perlatan geolistrik, dan bawa tabung air! yap itu paling penting dalam ekspedisi kali ini karena kita kesana punya misi sangat mulia “mencari air” ,  “

Ketika transit di bali saya baru sadar ternyata tujuan kita itu bukan ke SUMBAWA tapi ke SUMBA , dan ternyata itu merupakan dua pulau yang berbeda, 
SUMBAWA itu masuk ke daerah NTB sedangkan SUMBA masuk ke daerah NTT, 
SUMBAWA bercuaca panas sedangkan SUMBA bercuaca dingin
SUMBAWA banyak kuda liar sedangkan SUMBA banyak kuda jinak
“owaalaahh salah kostum awak”
hikmah yang dapat diambil dari cerita ini :
  1. Pastikan ketika anda sd dan smp sudah belajar geografi sehingga bisa membedakan sumba dan sumbawa
  2. Pastikan ketika anda berbincang mengenai lokasi yang akan anda tuju anda tidak dalam kondisi “congek”, “tuli”, atau sedang menggunakan earphone
  3. Pastikan anda di dalam rombongan bukanlah yang mempunyai usia paling muda, karena jika anda merupakan yang termuda dalam rombongan sudah pasti anda akan menjadi “babu”
  4. Pastikan sebelum berencana terbang anda tidak menonton film Final Destination karena itu sangat sangat tidak dianjurkan.




    bersambung