“hatiku selembar daun melayang jatuh di rumput;
nanti dulu, biarkan aku sejenak terbaring di sini;
ada yang masih ingin kupandang, yang selama ini senantiasa luput;
sesaat adalah abadi sebelum kausapu tamanmu setiap pagi”
Sapardi Djoko Damono

waktu..
menurutku waktu ibarat bayangan
ia selalu mengikuti kita kemana kita pergi
dan ketika kita akan menggapainya ia lenyap begitu saja
seperti tak ada apapun di sana
sesaat
mungkin sesaat itu lah adalah waktu yang kita cari selama ini
selama duapuluhtahun kita hidup di taman yang kita sebut dunia
dan ketika sesaat itu tidaklah kita sadari betapa berhaganya ia
dan ketika kita berusaha untuk kembali ke tempat yang sama, waktu yang sama esoknya hanya untuk merekan beberapa detik sesaat itu
dan hasilnya nihil, sungguhlah merugi ia
tapi..
sesaat itu tak akan lagi datang
sudahlah kembali menatap taman dunia yang sudah tuhan beri kepadamu
nikmati hijaumu tanpa melihat hijau taman taman lain yang pastinya mereka rawat
tidak seperti tamanmu!
hanya diinjak saja tak kau sayangi tak kau siram
maka..
mulai sekarang nikmati taman hijau mu
perihalah ia, sirami, sayangi
maka sesaat itu niscaya akan kembali muncul
ghozian islam karami terinspirasi oleh “Sapardi Djoko Damono – Perahu kertas”