Air dingin terus yang terus menerus membasahi bumi ini kata orang adalah hujan,
menurutku hanya sekedar tangisan saja.
tangisan bumi tangisan yang muncul langsung dari dalam, entah dalam apa
dia menangis, bukan karena sedih,
dia menangis, bukan karena senang
dia menangis, karena ketika itu dia melihat insan yang seharusnya menangis..
tapi ia tahan air matanya itu demi dia,, dia yang sekarang sedang menangis
liatlah tangisannya tangisan yang semakin hari semakin banyak
dari setetes, duatetes, tigatetes, ribuantettes, jutaan tetes, miliaran tetes
melambangkan jutaan insan yang menahan air mata nya
sungguh…
sungguh….
sungguh rugi …
sungguh rugi sangat …
ia menahan apa yang disebut “air mata” suatu nikmat luar biasa hanya sekedar untuk hanya sekedar untuk menikmati apa yang dia sering sebut “kenikmatan”
ia lebih memilih untuk “tertawa” daripada “menangis”
ia lebih memilih untuk “berteriak sekencang kencangnya” daripada “tersedu sedu”

sangat sedikit orang yang lebih memilih menangis
menangis karena dosa dosa nya terhadap diri sendiri
menangis karena dosa dosa nya terhadap orang lain
menangis karena jarang ia menangisi bumi
menangis karena ia sangat takut kepada yang menciptakan bumi

mengapa jutaan insan tertawa??
tertawa di saat bumi menangis

 sungguh…
sungguh…
sungguh sangat pantas kamu menangis
menangislah bumi sekencang kencang nya
hingga jutaan insan tak dapat tertawa

kita liat siapa yang tertawa terakhir