Baru saja kemarin saya menulis dalam secarik kertas dengan secangkir kopi kala itu sebagai saksi bahwa saya telah menemukan jawaban dari pertanyaan yang selalu timbul dalam benak saya selama ini

“Apakah kita sebagai manusia, makhluk tuhan, layak untuk menentukan siapa yang akan hadir di setiap pagi, mendampingi selama sisa hidup di dunia, dalam suka maupun duka”

Pagi itu saya dengan yakin menentukan bahwa dia lah orangnya, dialah makhluk tuhan yang saya pilih,.,, dialah bidadari surga yang diturunkan ke dunia untuk saya tapi ternyata esok harinya saya kembali dengan secarik kertas dan secangkir kopi saya menulis “Ternyata dia bukanlah bidadari yang saya cari, dia hanyalah bidadari yang lewat sebentar lalu kembali pergi”

Ketika tawakal, ikhlas, sabar, qanaah telah sampai pada puncaknya, apakah seorang hamba masih membutuhkan makhluk untuk memenuhi kebutuhannya, padahal seekor burungpun telah dijamin rejekinya oleh rabbul alamin. Lalu mengapa engkau tetap bersedih dengan ketetapan rabbmu yang menjadikan engkau tidak sesempurna harapanmu.

Ketahuilah, engkau sempurna sebagai manusia dalam fikiranmu, maka engkau akan sempurna dalam pandangan Allah. lalu apalagi yang engkau keluhkan tentang dunia, ketika jaminan rabbmu telah pasti ketika kamu mengikhlaskan semuanya.

“What is destined will reach you, even if it be beneath two mountains.
What is not destined will not reach you, even if it be between your two lips.”

“Ketika manusia benar benar ikhlas, saat itulah doa atau niatnya “berjabat tangan” melakukan kolaborasi dengan energi vibrasi quanta. Sehingga melalu mekanisme kuantum yang tak terlihat, kekuatan Tuhanlah yang sebenarnya sedang bekerja. Jika sudah demikian siapakah yang mampu menghalangiNya?”

“Belajar Ikhlas dan Selalu berfikir positif “

 

maxresdefault