“Satu satu nya presiden indonesia yang pernah ke sumba yaa ibu megawati, dan beliau itu nginep nya disini ini”

Ucap salah satu petugas hotel Sinar Tambolaka Waitabula, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur kepada saya ketika saya ingin memesan kamar pada sore itu tanggal 27 Desember 2012
hari ini adalah kedua kali nya saya menginjakan kaki di tanah sumba di hotel yang sama dan saya memesan kamar yang sama pula. Kamar disini bertarif Rp 150.000 dengan fasilitas 2 bed + kipas angin , 275.000 dengan fasilitas TV, AC, 2 bed, Air Panas. Mungkin cukup mahal bila dibandingkan dengan tarif hotel standar di jawa. Wajar saja karena Hotel Sinar Tambolaka memang hotel satu satu nya yang paling megah berdiri di  ibu kota kabupaten ini, Sumba Barat Daya (SBD), Kota Waitabula

Waitabula, termasuk kota yang perkembangan nya pesat , waitabula adalah sebuah kota kecil di pinggir pantai sangat dekat dengan bandara sumba barat daya yaitu bandara udara tambolaka. Kota Ini memiliki hotel, bandara, pelabuhan, rumah sakit, sekolah, kantor pemerintahan (kantor bupati), pertumbuhan kota ini relatif cepat mengingat kota ini baru saja berdiri 5 tahun yang lalu.

Pemandangan dari hotel sinar tambolaka di sore hari

Potensi Wisata Waitabula

Tak jauh dari kota waitabula, apabila kita mengikuti jalan dari waitabula ke katewel terdapat beberapa pantai yang sangatlah sayang untuk dilewatkan dengan ciri khas nya masing masing. Untuk para wisatawan yang mencari suasana baru, pantai yang masih asli dan tidak ramai dikunjungi, tempat tempat inilah mungkin jawaban dari pencarian anda.

Pantai Oro

Pantai Oro merupakan pantai yang paling dekat dari kota waitabula. Pasir putih, hamparan rumput laut, dan gugusan karang serta tebing gamping menjadi ciri khas pantai ini.
Untuk menuju pantai oro, tak ada papan penunjuk di pinggir jalan, satu satu nya penanda menuju pantai ini adalah jalan dekat gedung TNI disama.

Pasir Putih dan rumput laut

 

Tebing Gamping Pantai Oro

Pantai Mananga Aba (Pantai Kita)

Pantai yang terkenal dengan pasir putihnya, garis pantai yang membentang dan ombak yang menantang untuk olahraga surfing.
untuk menuju pantai kita dari kota waitabula tak ada penunjuk jalan sebagai petanda. Ketika anda melihat ada SD di pinggir jalan dan papan yang bertulisan dilarang menambang pasir pantai, maka itu merupakan jalan masuk menuju pantai kita. Dari persimpangan itu kira kira dapat ditempuh 30 menit menggunakan motor ataupun mobil.

Pasir Putih Pantai Kita

 

Menjelang sore di pantai kita

Pantai Katewel

Pantai Katewel merupakan pantai terakhir apabila kita mengikuti jalan dari kota waitabula menuju ke katewel, lokasi nya tidak jauh dari pantai kita. Selain itu kita juga bisa melewati jalan tembus berupa jalan tanah, tetapi jalan itu hanya bisa dilalui apabila kita menggunakan motor trail.
Pantai katewel terkenal dengan produksi pasir pantai nya yang digunakan sebagai bahan bangunan di daerah pulau sumba. Sepanjang pantai terlihat pemandangan warga lokal yang sedang mencari ikan, rumput laut, ataupun sedang menambang pasir yang merupakan sumber mata pencaharian utama di desa ini.

Keceriaan anak anak
 
Pasir putih dan rumput laut yang melimpah

Mungkin 5 – 10 tahun lagi sumba barat daya akan menjadi salah satu tujuan wisata alternatif selain bali lombok dan pulau pulau lainnya, melihat dari potensi keindahan alam disana. tinggal menunggu waktu saja.VISITNTT VISITINDONESIA