Waktu tak pernah hilang, ia hanya pergi sejenak
Ketika kamu sibuk dengan mekarnya mawar disisimu
Ketika kamu tersipu malu oleh angin pagi
Sejenak saja aku cemburu
Melihat tak jauh disisi hijau dedaun liar
Sejenak yang jamak
Kamu adalah pagi paling damai yang mengecupi pejam pelupuk mataku
Kamu adalah pagi paling sejuk yang bersajak ketika perlahan ku buka mata
Sebenarnya kita tak pernah hilang waktu, mungkin aku saja yang terlalu mesra dengan hijau dan angin sore,
atau kamu saja yang terlalu menikmati indahnya biru dan putih yang berputar ketika pagi
Bahwa waktu…
Lompatan kejutan harapan yang terpecut terbangunkan oleh mimpi
Berputar seakan menjauh menghilang dan kembali kemudian kembali berputar