“kok kayaknya kemaren kemaren baju masih cukup sekarang udah gak muat ya?”
“kok kayaknya baru kemaren ya masuk kuliah?”
“kemaren kemaren dikasih THR pas lebaran sekarang udah ngasih THR aja ya”


pertanyaan pertanyaan itulah yang timbul dalam seminggu terakhir ini di dalam benak saya.
sungguh cepat sekali waktu itu berlalu, kalau berdasarkan pengamatan saya yang baru hidup selama 20 tahun, perandaian nya mungkin waktu itu seperti air sungai yang membawa butiran pasir dari hulu ke hilir, tidak mungkin kita sebagai pasir dapat kembali menuju hulu walau hanya satu sentimeter saja, karena begitu deras nya arus sungai berlalu

yahh begitulah waktu, begitu cepat berlalu dan tak begitu terasa waktu yang telah kita lewati, karena apa yang sedang kita pikirkan itu hanyalah sesaat sebelum sekarang dan sesaat sesudah sekarang, bukan waktu waktu yang telah jauh meninggalkan kita

jika waktu itu bisa dimisalkan oleh rumus fisika, waktu sekarang yang mungkin kita pikirkan adalah waktu sesaat atau turunan satu dari apa saja yang telah kita lakukan selama waktu sebenarnya dibagi turunan satu dari kecepatan maksimum otak kita berfikir apa saja yang telah kita lakukan selama ini

dikarenakan kita sangat lah sedikit melakukan sesuatu yang berguna selama waktu yang telah kita lalui selama ini maka imbasnya adalah kita merasa waktu itu bergulir sangatlah cepat atau disebut waktu sesaat pada rumus diatas
oke jika semua rumus rumus yang mungkin ada benarnya dan lebih banyak salah nya yang baru saya jabarkan diatas,
kita anggap satu hal saja yang benar yaitu sebuah pertanyaan untuk diri kita sendiri
“sudah berbuat apa sajakah kita selama ini? selama waktu yang telah dianugerahkan dariNya untuk kita?”

seperti air sungai yang mengalir dari hulu hingga muara, tergantung kita sebagai butiran pasir menjalaninya, toh akan menuju laut juga, dan hilang ditelan ombak”