Siang hari, di tempat perkuliahan yaitu tepatnya di depan fakultas teknik geologi universitas jatinangor sumedang ada seorang wanita, “wanita kuat” sedang membawa puluhan kayu bakar di punggungnya. Ia tidak terlihat lelah, kesal, ataupun malu. Ia tetap melaju di depan keramaian para mahasiswa yang sedang ‘nongkrong’ menunggu waktu kuliah.

Tak ada yang tau betapa kuatnya wanita itu, mungkin hanya beberapa saja yang tau.. bahwa ia bukan saja hanya memanggul puluhan kayu di punggungnya tetapi juga memanggul keluarganya yang sedang menunggu sesuap nasi darinya di rumahnya yang mungkin tak laya disebut rumah.

Sungguh Kontras antara wanita itu dan lingkungannya.. ia hanya memakai sandal, berjalan bungkuk, sendiri, dan aneh. Dengan lingkungan sekitar yang bersih, teratur, dan terpelajar. Sungguh aneh sebenarnya ada wanita seperti itu di lingkungan kampus. Mungkin karena tak ada lagi tempat di luar sana yang membolekan wanita itu berkeliaran??

Banyak hikmah yang dapat diambil dari foto ini. Foto ini menggambarkan masih banyak rakyat miskin di sekitar kita, bahkan di lingkungan kampus. Perjuangan seorang wanita yang bisa ditiru oleh kita yang walaupun di terik matahari tetapi masih semangat mencari nafkah. Dan terakhir bertambahlah alasan kita mengapa kita harus tetap bersyukur kepada Allah SWT karena masih banyak orang yang tidak beruntung, tidak seperti kita.