Sebenarnya gak ada alasan sih kita harus ngerasa minder, karena masalah duniawi semata, seperti karena kita dilahirin dari keluarga yang kurang bercukupan, kita semua sama kok dimata Allah swt, kita punya Allah kok, asal kita percaya kita bisa, asal kita percaya dengan kuasaNya

saya jadi ingat dulu tahun 2014 saya sedang mengikuti psikotest sebuah perusahaan tambang di Bandung, nah singkatnya di lembar terakhir ada pertanyaan

“Tuliskanlah rencana kamu kedepan, apa yang mau kamu lakukan”
lalu saya tuliskan secara detail disana, dengan tetap realistis melihat keadaan saya sekarang

Secara garis besar saya tuliskan disana bahwa saya ingin bekerja di perusahaan tambang satu tahun untuk modal usaha kemudiannya, saya tulis disana bisnis fotografi, dengan omset sekian, bisnis kopi dengan omset sekian, membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain
menghajikan orang tua, dan tiap tahun saya ingin mengumrohkan orang dan lainnlain

Saya pernah mendengar perkataan seperti ini “Jika kamu berdoa, berdoalah setinggi tingginya, dan jangan lupa sisipkan alasanmu dan utarakan kebaikan didalamnya, sehingga Insya Allah, Allah akan memudahkan semua doamu”

Lalu sepulangnya dari sana saya tulis ulang essay tersebut di rumah, lalu saya berikan ke kedua orangtua, “Mah doain yah”
Hanya ada 3 kemungkinan ketika kamu berdoa
1. Doa kamu dikabulkan langsung
2. Kamu belum siap, doa kamu dipending
3. Kamu belum siap, doa kamu tidak dikabulkan, doa kamu diganti dengan yang lebih baik
Sekarang saya lihat saya saat ini dan memang benar apa yg saya tulis disana terjadilah

Mungkin agak diluar dugaan, seperti saya ingin punya mobil lalu sepupu datang meminjamkan mobil selama 3 bulan boleh saya pakai, lalu saya ingin membuka studio foto: teman tiba2 meminjamkan alatnya secara cuma cuma ke saya. Saya ingin menjadi fotografer tiba tiba orang dari bro.do meminta saya jd fotografer selama 2 bulan tanpa ada test sama sekali.
“Intinya janganlah lelah bermimpi, gantungkan cita2 setinggi langit karena jika engkau jatuh engkau akan jatuh diantara bintang bintang”

“You are what you think you are”